Judul : The Stolen Years
Pengarang : Ba Yue Chang An
Penerjemah : Jeanni Hidayat
Penyunting :
M. Noviana
Proofreder : Dini Novita Sari
Cover
dDesaigner : Chyntia Yanetha
Ilustrasi
ini : Frendy
Penerbit : Haru
Tebal
halaman : 348
Benarkah
waktu dapat mengikis perasaan cinta?
Hal
terakhir yang diingat He Man adalah ia sedang berbulan madu dengan suaminya,
Xie Yu. Namun, tiba-tiba gadis itu terbangun di rumah sakit dan sudah bercerai.
He Man amnesia dan lupa akan lima tahun terakhirnya.
Ia tidak
mengerti mengapa ia bisa bercerai dengan Xie Yu padahal mereka saling
mencintai. Ia tidak mengerti mengapa sahabatnya sekarang malah menjadi
musuhnya. Ia tidak mengerti mengapa seakan semua orang membencinya.
Ketika He
Man berusaha mengumpulkan kembali kenangan dan ingatannya, ia mulai menemukan
hal-hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Terbangun dari koma, He man kehilangan lima tahun
ingatannya. Yang terakhir dia ingat adalah perjalanan bulan madu di negara lain
bersama suaminya. Tetapi dia heran, kenapa dalam beberapa hari di rawat di
rumah sakit, suaminya, teman, dan orang-orang yang mengenalnya tak satupun
menjenguknya.
Dari kakaknya, He Man mendapati dirinya telah
bercerai dengan suaminya, Xie Yu. Dia juga telah putus hubungan pertemanan
dengan Xiao Huan. Jelas He Man tidak habis pikir bagaimanan itu bisa terjadi.
Karena kakaknya tak mau memberi tahu alasan bercerai dengan Xie Yu, dari
situlah He Man bertekad mencari tahu kenapa semua itu bisa terjadi. Lima tahun
yang dia lupakan itu, serasa menyembunyikan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaannya.
Pertama-tama He Man menemui suaminya, kembali ke
rumah lamanya untuk mencari kepingan yang hilang dari otaknya. He Man menemukan
banyak hal yang tidak dia duga sebelumnya. Suaminya telah memiliki kekasih
baru, orang-orang membencinya dan dunia menertawakannya karena He Man hampir
seperti manusia masa lampau yang dibawa ke masa depan. Dia menemukan banyak
kesulitan, termasuk ketika tahu bahwa dirinya yang tak merasa bersalah dalam
kejadian perceraain itu ternyata adalah yang paling bersalah.
“…begitu kau
membuka mata, lima tahun sudah berlalu! Jangan-jangan waktu kau memejamkan mata
sekali lagi, kau sudah harus dimasukkan ke peti mati. Lalu mau menunda sampai
kapan?” –Xiao Huan
He
Man yang lima tahun kemarin telah hilang, kembali pada He Man lima tahun
sebelumnya di mana dia sangat mencintai Xie Yu. Jadi mau tak mau He Man harus
jujur pada Xie Yu kalau dia sangat mencintai suaminya dan ingin kembali
bersamanya. Namun tidak semudah itu, banyak hal menghalangi jalannya.
The
Stolen Years satu dari banyak cerita yang mengisahkan soal kehilangan ingatan,
gegar otak dan kehilangan cinta. Novel yang diterjemahkan dari novel Mandarin
(sepertinya Taiwan) ini sebenarnya menunjukkan sebuah kebingungan, kesedihan
pada seorang He Man yang kehilangan semuanya dalam sekejap. Namun setelah
membaca seluruh isi, sama sekali tidak merasakan simpatik pada tokoh He Man.
Tidak ada kesedihan yang sampai ke pembaca (di sini aku sendiri) mungkin
dikarenakan penyampaikan maksud penulis berbeda dengan penulis lain.
Di
bab hampir terakhir di singgung tentang Alzaimer, penurunan fungsi otak. Aku
tidak begitu tahu pengertian penyakit ini yang jelas mengacu pada kehilangan
ingatan bertahap yang lama kelamaan jadi fatal. Jadi teringat film India yang
mengisahkan tentang penyakit sama. Menonton film itu aku sampai menangis karena
tersentuh dan merasa kasihan dengan penderitanya, namun di novel ini tidak sama
sekali. Kalau menurutku porsi alzaimer di novel ini sangat sedikit, jadi
terkesan tanggung.
Untuk
kisah cintanya, He Man dan Xie Yu berhasil menunjukkan cinta fersi dewasa.
Suami-istri yang memperbaiki hubungan dari sebuah perceraian. Karena sejujurnya
tidak akan ada perceraian kalau kedua belah pihak mau terbuka satu sama lain.
Nih pembelajaran, bagus untuk siapa saja yang suka kawin cerai.

