Judul : Marriage of Convenience
Pengarang
: Shanti
Penyunting
: Afrianty P. Pardede
Ilustrasi
cover : Affan Hakim
Penerbit
: Elex Media Komputindo
Tebal
halaman : 305
Krisna
Aku menatap
lembaran kertas di tanganku, berusaha keras memahami isinya. Oh… bukan, aku
paham betul apa isinya. Lebih tepatnya, sih, berusaha keras untuk menerima
isinya. Kenyataan pahit. Bahwa aku, Krishna Satya Sangkala, tidak akan pernah
merasakan indahnya menjadi seorang ayah.
Dita
Aku menatap
rintik hujan yang seakin menderas. Tidak sedikitpun untuk beranjak dari bangku
taman yang kududuki sejak tiga jam yang lalu. Berharap butiran hujan bisa
membantuku menghapus rasa sakit itu. di sini, di dadaku. Dan di sini… aku
meraba perut perlahan. Yah, Nah…!sekarang hanya kita berdua. Kenyataan pahit.
Bahwa aku, Anindhita Sahaja, akan menjadi single
mother.
Sebenarnya
Krishna masih cinta dengan Dita. Sepuluh tahun tak bertemu dengan gadis itu tak
menyurutkan cintanya, namun agar Dita tak merasa dinikahi karena kasihan, maka
dari itu Krishna menyebut hubungan mereka simbiosis mutualisme. Tetapi
prakteknya, Krishna menjaga Dita dengan baik layaknya suami menjaga istrinya yang
sedang hamil. Dia menyayangi Dita juga calon anak mereka. Pernikahan merekapun
berjalan baik, Dita mulai mencintai Krishna dan Krishna lebih sayang lagi pada
Dita. Sampai suatu ketika, Krishna bertemu dengan mantan kekasihnya. Dita-pun
juga bertemu lagi dengan ayah kandung dari bayinya. Mengatakan kalau dia
menyesal, minta maaf, dan minta mereka balikan.
Di hal 14, …atau udah balik ke Jekarda?” Tadinya aku bertanya-tanya kata ‘Jekarda’ itu typo atau bahasa alay? Tapi setelah membaca lebih banyak, tidak ada kalimat alay. Begitu juga di hal 44, kata ‘sodara’ tidak baku, lebih baik dibuat italic kalau tidak mau dianggap typo. Apalagi ada beberapa kata itu di bagian belakang. Di hal 45 ada satu kalimat yang diulang. Dari kata “Hmmm..semalam…” sampai ‘Krishna menghela nafas’ ada dalam dua paragraf berbeda.
Jauh sebelum pasangan Krishna-Dita menggunakan ‘aku-kamu’ saat bicara satu sama lain, sekali penulis kelepasan nulis ‘kamu’ padahal berikutnya kembali menggunkan ‘lo’.
Silvia dan Padmi juga disebutkan sebagai anak Dr. Harris. Sedangkan Bayu, kakaknya Krishna pernah pacaran dengan Silvia, kemudian menikah dengan Padmi. Penasaran bagaimana reaksi Silvia saat Bayu menikahi Padmi. Karena di sini tidak sama sekali disinggung tentang hubungan kakak-adik ini, jadi walau disebut sama-sama anak Dr. Harris, mereka seperti bukan saudara.
Tokoh favorit di novel ini adalah Bima, teman Krishna. Digambarkan sebagai orang yang menyenangkan. Tipe penghibur.
Novel ini bagus untuk kamu-kamu yang suka berprasangka. Pikirannya negatif, biar belajar dari rumah tangga Dita dan Krishna bahwa hubungan yang bisa bertahan lama itu adalah yang dilandasi kepercayaan antar pasangan, yang dilandari dengan pikiran positif.

