Rabu, 17 Februari 2016

Supernova - Gelombang



            Judul                                : Supernova – Gelombang
Pengarang                        : Dee Lestari
Penyunting                      : Ika Yuliana Kurniasih
Perancang sampul           : Fahmi Ilmansyah
Penata aksara                   : Arya Zendi
Pemeriksa acara               : Fitriana & Rani
Ilustrator                           : Anisa Meilasyari
Simbol sampul                 : Gelombang
Penerbit                            : Bentang Pustaka
Tebal halaman                   : x + 482 hal

Sebuah upacara gondang mengubang segalanya bagi Alfa. Makhluk misterius yang disebut Si Jaga Portibi tiba-tiba muncul menghantuinya. Orang-orang sakti berebut menginginkan Alfa menjadi murid mereka. Dan, yang paling mengerikandair itu semua adalahsetiap tidurnya menjadi pertaruhan nyawa. Sesuatu menunggu Alfa di alam mimpi.
Perantauan Alfa jauh membawanya ke Amerika Serikat. Ia berjuang sebagai imigran gelap yang ingin mengubah nasib dan status. Pada suatu malam, kehadiran seseorang memicu Alfa untuk menghadapi ketakutan terbesarnya. Alam mimpi ternyata menyimpan rahasia besar yang tidak pernah ia bayangkan. Di Lembah Yarlung, Tibet, jawaban mulai terkuak.
Sementara itu perncarian Gio di Rio Tambopata menemui jalan buntu. Pada saat yang tak terduga, pria yang pernah menemuinya di Vallegrande kembali muncul. Pria itu mengarahkan Gio ke pencarian baru. Petunjuknya adalah empat batu bersimbol, merepresentasikan empat orang, dan Gio ternyata adalah salah seorang dari mereka.

                Diawali dengan Gio yang putus asa karena tak menemukan Diva. Dia bertemu dengan orang yang pernah memberinya empat batu. Memberinya petunjuk baru, serta memberitahukan bahwa dia adalah salah satu pemilik batu itu.
                Cerita beralih pada Alfa. Alfa kecil bersama dua saudara dan orang tuanya tinggal di desa. Sebagai orang Batak, sering mengadakan upacara gondang. Upacara adat untuk memanggil arwah nenek moyang. Setelah sekian lama Alfa selalu diungsikan bila ada upacara, kali itu orang tuanya berencana membiarkannya mendengar upacara gondang tersebut. Malam itulah Alfa bertemu dengan makhluk hitam besar bermata kuning yang disebut Si Jaga Portibi. Sejak itulah, setiap kali Alfa tidur selalu dihantui oleh mimpi menakutkan. Yang anehnya, seseorang mengatakan bahwa Si Jaga Portibi tersebut muncul bila Alfa sedang dalam masalah.
                Kejadian itu membuat pemimpin-pemimpin desa menginginkan Alfa jadi murid. Demi menghindari segala hal buruk terjadi pada anak mereka, orang tua Alfa membawa keluarga pindah ke Jakarta.
                Alfa tak pernah tidur di malam hari dan mngambil waktu tidur di siang hari. Dia menggunakan waktu tidurnya untuk belajar dan terus belajar. Hingga suatu hari seorang keturunan Batak yang tinggal di Amerika datang dan menawarkan untuk membawa seorang dari Alfa bersaudara ke Amerika. Dan Alfalah yang menyanggupinya.
Kehidupan Alfa di Amerika tidak mulus, karena statusnya sebagai imigran gelap menyulitkannya dalam bergerak. Sekolah dan bekerja, tapi takut diciduk pihak berwajib. Hingga suatu ketika Alfa diterima di Universitas yang diinginkannya dengan biaya siswa penuh, lalu diterima magang di Wall Street. Kerja kerasnya membuahkan hasil, dia disponsori perusahaannya untuk mendapat ijin tinggal dan kerja di Amerika. Alfa suskses, namun ketika kesuksesan itu sedang dia dapat, mimpi-mimpi buruknya kembali. Alfa sampai harus pergi ke Tibet untuk mengetahui cara mengatasi mimpi buruknya itu.
Dalam buku Gelombang ini, aku lebih suka kehidupan Alfa yang masih berada di desanya. Budaya Batak yang kental di gambarkan dengan sangat bagus, dan aku suka. Setelah pindah ke Amerika, aku hanya suka bagian Alfa mengatasi geng-geng yang berada di satu blok dengannya. Selebihnya perjuangan Alfa di Amerika menjadi sangat biasa saja. Baru tertarik lagi ketika Alfa memulai petualangan ke Tibet. Karena aku suka sesuatu yang berbau perjalanan dan petualangan, jadi suka sekali bagian itu.
Di bagian Alfa semedi, atau bertapa atau apalah itu, untuk mencari jawaban atas apa yang dialaminya, aku benar-benar tidak mengerti. Penjelasan tentang apa yang dialami Alfa dalam mimpi susah untuk dibayangkan. Aku hanya tahu bahwa Alfa dapat julukan gelombang setelahnya.

Alfa : When life gives you lemon, what would you do, Fred?

Fred : Bite it like a man.
Baca SelengkapnyaSupernova - Gelombang

Supernova - Partikel



            Judul                                  : Supernova – Partikel
Pengarang                          : Dee Lestari
Penyunting                         : Hermawan Aksan & Dhewiberta
Perancang sampul              : Fahmi Ilmansyah
Penata aksara                     : Irevitari
Pemeriksa acara                 : Tim Bentang
Ilustrator                             : Motulz
Simbol sampul                   : Earth
Penerbit                              : Bentang Pustaka
Tebal halaman                    : x + 500 hal

Di pinggir Kota Bogor, dekat sebuah kampung bernama Batu Luhur, seorang anak bernama Zarah, dan adiknya, Hara, dibesarkan secara tidak konvesional oleh ayahnya, dosen sekaligus ahli mikologi bernama Firas. Cara Firas mendidik anak-anaknya mengundang pertentangan dari keluarganya sendiri.
Di balik itu semua, masih tersimpan berlapis misteri. Antara lain, hubungan khusus Firas dan sebuah tempat angker yang ditakuti warga kampung. Tragedi demi tragedi yang menimpa keluarga akhirnya membawa Zarah ke sebuah pelarian sekaligus pencarian panjang.
Di konservasi orangutan Tanjung Putting, Zarah menemukan keluarga baru dan kedekatannya kembali dengan alam. Namun, bakan fotografinya membawa Zarah lebih jauh dari yang ia duga. Di London, tempat akhirnya Zarah bermarkas, ia menemukan segalanya. Cinta, persahabatan, penghianatan. Termasuk petunjuk penting yang membawa titik terang pencariannya.
Sementara itu, di Kota Bandung, Elektra dan Bodhi akhirnya bertemu. Secara bersamaan, keduanya mulai mengingat siapa diri mereka sesungguhnya.

                Buku keempat ini tentang Zarah. Zarah yang dididik ayahnya tak selayaknya anak-anak lain. Zarah yang jauh dari campur tangan dunia luar selain ayah. Suatu hari ayahnya memperkenalkan Sebuah bukit yang kata orang angker bukan main, dan disitulah awal petualangan Zarah dimulai. Dari Ayahnya yang tiba-tiba hilang tapi meninggalkan jurnal-jurnal aneh. Kemudian pertengkaran dengan kakek-nenek serta ibunya sendiri. Hanya adiknya yang bersikap netral terhadapnya.
                Zarah adalah anak yang pintar, demi bisa mempelajari isi jurnal yang ditinggalkan ayahnya, untuk mencari lelaki itu, Zarah mau sekolah. Lulus SMA, dia tak meneruskan kuliah. Pertengkaran hebat dengan ibu membuatnya memilih keluar dari rumah. Hidup sendiri, kerja sendiri dan menekuni bakatnya sebagai fotografer.
Suatu hari tanpa sengaja dia menang kontes foto grafi, dan itulah yang membuatnya pindah ke Kalimantan. Tinggal di Kalimantan sampai beberapa tahun, dia bertemu dengan Paul yang kemudian membawanya ke Inggris. Di sana Zarah bertemu cinta, teman lama, juga penghianatan. Saat terpuruk itulah Zarah mendapat pencerahan, mendapat petunjuk tentang siapa dirinya juga tentang ayahnya.
Seri Partikel ini lebih rumit dari pada seri sebelum-sebelumnya. Ceritanya amat panjang, hampir dua kali lipat Dari seri 1,2 &3. Aku tidak suka awal-awal cerita, rumit. Apalagi soal pertengkaran keluarga, konflik Firas keluarga, lingkuan dan pekerjaan. Hampir aku mengutuk buku ini, tapi tenang, biasanya hal seperti ini dikarenan emosi pembaca yang terbawa dalam membaca cerita. Aku baru menikmati dan  bersahabat dengan cerita setelah Zarah angkat kaki dari Bogor. Kalimantan adalah hal aku sukai disini, interaksi dengan orangutan yang diasuh Zarah sangat menyentuh.
Pindah ke London, yang menyita perhatian adalah bertemu cinta, tergila-gila hingga lupa segalanya. Kemudian bertemu teman lama, lengkap sudah kebahagian itu. Namun nyatanya yang namanya kebagaian tidak bernar-benar berpihak pada Zarah untuk waktu yang lama, penghianatan menghancurkanya. Dan itu menurutku jadi karma pertama seorang Zarah. Baru dia sadar setelah sebuah pertolongan dia dapat dari jutawan asal Indonesia yang bermukim disana.
Dan aku sangat senang ketika akhirnya Zarah dapat pemberitahuan dari S. Tandanya dia sudah dekat. Jadi tak sabar untuk membaca pertemuan mereka semua!
Baca SelengkapnyaSupernova - Partikel

Sabtu, 13 Februari 2016

Supernova-Petir







            Judul                                  : Supernova – Petir
Pengarang                          : Dee Lestari
Penyunting                         : Dhewiberta
Perancang sampul              : Fahmi Ilmansyah
Penata aksara                     : Irevitari & Bowo
Pemeriksa acara                : Intan & Pritameani
Simbol sampul                   : Antahkarana
Penerbit                              : Bentang Pustaka
Tebal halaman                    : x + 286 hal

Dua tahun setelah roman mereka rampung, Dimas dan Reuben mengalam stagnasi. Hingga suatu hari mereka mendapat surat elektronik dari seseorang bernama Gio. Kata “Supernova” yang disebut Gio dalam surat ini menjadi tanda tanya baru sekaligus awal pengetahuan Dimas dan Reuben tentang jaringan yang selama ini melibatkan mereka tanpa disadari.
Sementara tu, di Kota Bandung, seorang gadis sebatang kara bernama Elektra berusaha menyambung hidup. Berawal dari perkenalannya dengan seorang yogini bernama Ibu Sati dan seorang interprenuer muda urakan bernama Toni alias Mpret, hidup Elektra mulai terakselerasi. Dari anak kuper yang tidak punya motivasi, Elektra bertranformasi menjadi seorang perngusaha, dan akhrnya seorang penyembuh.
Setelah nyaman dalam lingkungannya yang baru, hidup Elektra kembali siap diguncang ketika Bong memintanya untuk menolong seorang yang tak ia kenal bernama Bodhi.

                Kisah Dimas-Reuben disebut sedikit di awal cerita, lalu hilang begitu saja. Ceritanya simple, tentang Dimas dan Reuben yang akan menghadapi 12 tahun jadian mereka, tapi Reuben sering lupa. Ngeselin memang, tapi begitulah cinta selalu bisa memaafkan kesalahan.
                Kisah yang lebih besar adalah Elektra. Bukan sebatang kara, dia masih punya keluarga besar dan kakak kandung. Hanya saja, semuanya jauh. Sedangkan kedua orang tuanya telah mati. Elektra tinggal di rumah besar bernama Eleanor tinggalan sejak jaman Belanda. Kehidupan Elektra setelah lulus kuliah benar-benar mengenaskan, usaha untuk menyambung hidup terus-terusan gagal. Dia sampai mengunjungi dukun, lalu pergi ke rumah Ibu Sati untuk meladeni . Terakhir dia jadi murid Ibu Sati dalam hal meditasi. Hingga dia ketemu Toni atau Mpret yang mau berbisnis dengannya. Elektra meminjamkan tempat sedangkan Mpret memberi modal. Bisnis internet, distro, game laris manis. Apalagi ditambah teman kerja yang sangat kooperatif.
                Sedang baik-baiknya kehidupan Elektra, ternyata dia punya kekuatan mengendalikan listrik. Dengan bimbingan Ibu Sati, Elektra mengendalikan kekuatan itu kemudian jadilah dia seorang terapis listrik. Meski terjadi seteru kecil dengan Mpret soal kerjaan baru Elektra dan bisnis mereka, akhirnya terselesaikan dengan baik karena ternyata Mpret mengkhawatirkannya. Namun akhirnya semuanya lancar. Satu lagi yang terlihat disini, Mpret ternyata menyukai Elektra.
                Terakhir Bong, di Supernova-Akar, datang menemui Mpret. Meminta bantuan Elektra untuk Bodhi.
                Wuuutsss, inilah seri Supernova yang menurutku ringan. Ceritanya mudah dicerna dan ada sedikit unsur komedi. Entahlah, aku senyum di bagian-bagian tertentu. Saat Elektra pergi ke dukun, saat Elektra mengirim CV ke kuburan, juga saat dia colek colekan dengan mantan pembantunya ketika ngobrol. Banyak lagi lah.
                Supernova petir ini berhubungan dengan tokoh Elektra yang suka dengan petir, bisa mengendalikan listrik tapi slengekan bukan main. Lucu sekali. Tokoh-tokoh lain melengkapinya, Kewoy, Mi’un, Mas Yono, Mpret, bawa peran sendiri-sendiri yang buat seri petir ini lengkap. Hanya saja nggak di singgung lebih jauh soal perasaan Mpret pada Elektra. Ah, aku selalu suka cerita apapun diselipi roman.
Baca SelengkapnyaSupernova-Petir

Jumat, 12 Februari 2016

Supernova-Akar


          


            Judul : Supernova – Akar
Pengarang : Dee Lestari
Penyunting : Dhewiberta
Perancang sampul : Fahmi Ilmansyah
Penata aksara : Irevitari & Binangkit
Simbol sampul : Flower of Life
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal halaman : x + 262 hal


Di Bolivia, Gio mendapat kabar bahwa Diva hilang dalam sebuah ekspedisi sungai di pedalaman Amazon. Di Indonesia, perjalanan seorang nak yatim piatu bernama Bodhi dimulai.
Bodhi, yang dibesarkan di wihara oleh Guru Liong, akhirnya meninggalkan tempat dia dibesarkan dan bertualang ke Asia Tenggara. Di Bangkok dia bertemu dengan pria eksentrik bernama Kell yang mengajarinya seni tato.
Setelah melalui petualangan yang beliku di berbagai negara, Bodhi akhirnya kembali ke Indonesia. Dia dipertemukan dengan tokoh punk karismatik bernama Bong. Sejak itu, Bodhi menjadi bagian dari komunitas dengan perannya sebagai seniman tato.
Sebuah surat misterius yang ditemukan secara tidak sengaja oleh Bodhi kembali membawanya ke grbang petualangan baru.

                Di awal cerita ada Gio yang sedang mengunjungi Bolivia, lalu dapat kabar kalau Diva hilang di pedalaman Amazon. Ini salah lalau ceritanya beralih.
                Bodhi, bayi kecil yang di temukan di bawah pohon di depan wihara, dibesarkan dan diajar oleh pihak wihara. Karena selalu terdapat keanehan dalam dirinya, dia memutuskan mencari jawabannya di luar sana. Berpetualang ke Medan, menyebrang ke Malaysia terus ke Thailand. Nah di Thiland itulah dia memulai petualangan. Bertemu Kell dan diajari seni tato. Ada maksud saat Kell mengajarinya tato, Kell ingin dirinya ditato Bodhi. Maka dari itu Bodhi diajarinya sampai bisa. Bertemu Star yang untuk menato wanita itu. Lalu dianggap sudah mampu memberikan tato di badan Kell, hanya saja mereka belum melakukannya.
                Bodhi dan Kell berpisah. Bodhi pergi ke Laos, sampai dikuntit anak pembawa sial. Buku lonely planetnya jatuh ke sungai nggak bisa diambil, padahal dia nggak tahu peta Laos sama sekali, nggak tahu bahasa Laos sama sekali. Sudah begitu simpanan uangnya juga hilang, menjadikannya gelandangan di laos. Lalu seorang turis mengusulkannya untuk bekertas di perbatasan, Laos-Thailand-Myanmar. Golden triangle.
                Setelah cukup uang dia kembali ke Thailand, mencari Kell untuk menatokan gambar terakhir di tubuh lelaki itu. Sayangnya Kell tak ada di tempat yang memaksa Bodhi untuk berpetualang lagi ke Kamboja mencarinya. Setelah bertemu dan menatokan gambar terakhirnya, Bodhi pulang ke Indonesia.
                Tidak sesederhana itu ceritanya, tapi banyak hal-hal kecil yang mempercantik petualangan Bodhi ke Asia Tenggara. Inilah buku dari seri supernova yang jadi favoritku. Petualangan di Asia Tenggata. Keinginanku untuk petualangan kesana yang telah padam seperti ditumbuhkan lagi. Lewat Bodhi aku ikut merasakan petualangan itu, sedihnya, senangnya juga kejutan-kejutan yang dia lewati.
                Tokoh yang paling aku suka adalah Kell, dia digambarkan begitu menawan di cerita ini. Kejadian yang membuat merinding adalah ketika Bodhi ke Kamboja lewat pelosok, dia ditangkap dan di adu tarung dengan sesama manusia, ketika dia dikerjar dan hampir menginjak ranjau darat. Kejadian yang lucu menurutku adalah ketika Bodhi diajak temannya bekerja di Golden Triangle. Ketika dia sudah sangat senang dapat bayaran 700 dolar seminggu, nyatanya dia kaget ketika tahu pekerjaannya adalah sebagai pemetik ganja.
                Seri akar ini lebih mudah dipahami dari pada seri sebelumnya. Tentu saja karena petualangan adalah sebuah hal menarik untuk dibahas, sedangkan seri pertama kesulitannya terhadap kalimat-kalimat yang dilontarkan Reuben. Banyak kata-kata nggak aku ngerti disana. Entah kalian, tapi keduanya bagus.
Baca SelengkapnyaSupernova-Akar

Supernova-Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh







            Judul                                : Supernova – Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.
Pengarang                        : Dee Lestari
Penyunting                      : Dhewiberta
Perancang sampul           : Fahmi Ilmansyah
Penata aksara                   : Irevitari & Bowo
Pemeriksa acara              : Intan & Pritameani
Simbol sampul                : Supernova web
Penerbit                           : Bentang Pustaka
Tebal halaman                 : x + 322 hal


Menunaikan ikrar mereka untuk berkarya bersama, pasangan Dimas dan Reuben mulai menulis roman yang diberi judul Kesatri, Putri, dan Bintang Jatuh.
Paralel dengan itu, dalam kehidupan nyata, sebuah kisah terlarang terjalin antara Ferre dan Rana. Hubungan cinta mereka merepresentasikan dinamika yang terjadi antara tokoh Kesatria dan Putri dalam fiksi Dimas dan Reuben.
Tokok ketiga, Bintang Jatuh, dihadirkan oleh seorang peragawati terkenal bernama Diva, yang memiliki profesi sampingan sebagai pelacur kelas atas.
Tanpa ada yang bisa mengantisipasi, kehadiran sosok bernama Supernova menjadi kunci penentu yang akhirnya merajut kehidupan nyata antara Ferre-Rana-diva dengan kisah fiksi karya Dimas-Reuben dalam satu dimensi kehidupan yang sama.

                Dalam buku ini aku membaginya menjadi 3 kisah yang saling berkaitan. Satu kisah tentang Dimas-Reuben. Satu lagi tentang Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Terakhir tentang Supernova.
Dimas-Reuben, pasangan ini ketemu di Amerika saat kuliah, lalu menjadi kekasih. Mereka membuat sebuah janji, ikrar atau nazar, sepuluh tahun dari hari itu akan membuat sebuah karya. Dan mereka menulis romance bersama tentang Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.
Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh sendiri mewakili Ferre, Rana dan Diva. Ketiganya sambung menyambung menjalin hubungan. Ferre sang Managing director, Rana yang sudah berumah tangga dan bekerja di majalah, lalu Diva seorang model merangkap pelacur kelas atas. Ferre jatuh cinta dengan Rana, demikian juga Rana membalasnya karena kejenuhan hidup berumah tangga. Kemudian datanglah Diva yang juga jenuh dengan kenaifan dunia. Diva jadi orang lain yang tiba-tiba menyukai perasaan cinta berbunga-bunga Ferre (bukan mencintai orangnya). Kerena sudah lama dia tak melihat perasaan tulus seperti itu. Di ujung cerita, cinta Ferre-Rana teruji dengan sikap suami Rana yang berubah. Ferre terpuruk dan datanglah Diva.
Supernova. Disini Supernova kuartikan sebuah elemen di dalam dan diluar dua kisah sebelumnya. Dia berkomunikasi dengan Dimas-Reuben, dia berkomunikasi dengan Kesatria, Putri, Bintang Jatuh. Supernova tidak bisa kujelaskan secara terperinci karena aku sendiri belum tahu apa dan siapa supernova sebenarnya. Apakah Diva? Atau ada orang lain.
Aku suka interaksi Dimas dan Reuben, tapi tak mengerti apa yang mereka bicarakan terutama apa yang dikatakan Reuben. Tentang Ferre, Rana dan Diva. Aku cuma menyukai karakter Diva. Dia sosok yang serba bisa, berpikir jauh kedepan dan jenius. Tapi sifat-sifat itu membuatnya mudah bosan, sakit sendiri jadinya. Dan supernova disini berperan sebagai motivator anonim dari dunia maya.
Dee juga berhasil membawa pasangan Dimas-Reuben yang dalam buku diceritakan sebagai pasangan sejenis, tidak terbebani dengan penolakan masyarakat dan agama, juga orang tua. Kisah cinta mereka juga tidak dihiasi adegan-adegan mesra yang berlebihan. Dee memang sudah membaca keadaan orang Indonesia sebagai manusia homophobic hingga membuat kisah tanpa kontrofersi atau kerana buku ini dirancang tak mengekspos cinta Dimas-Reuben dari awal? Yang pasti cerita Dee bisa diterima meski sulit dimengerti.
Buku kesatu ini benar-benar tak kuketahui arah jalannya. Kata-katanya sulit dimengerti dan hampir setiap halaman ada keterangan untuk kata-kata asing yang tertulis. Ketika sudah masuk ke cerita Kesatria, Putri, dan Bintang jatuh baru bisa mengerti. Hikmah yang aku tangkap disini satu yang paling mengena, bahwa kehidupan yang monoton menghadirkan kebosanan yang luar biasa. Dan karena tak mampu mengatasi kebosanan menjadikan kita membuat kesalahan fatal. Disini dicontohkan dengan perselingkuhan. Maka dari itu, berhati-hatilah memperlakukan kebosanan hidup.
Baca SelengkapnyaSupernova-Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh