Judul :
Supernova – Gelombang
Pengarang : Dee Lestari
Penyunting : Ika Yuliana Kurniasih
Perancang
sampul : Fahmi Ilmansyah
Penata
aksara : Arya Zendi
Pemeriksa
acara : Fitriana & Rani
Ilustrator : Anisa Meilasyari
Simbol
sampul : Gelombang
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal
halaman : x + 482 hal
Sebuah
upacara gondang mengubang segalanya
bagi Alfa. Makhluk misterius yang disebut Si Jaga Portibi tiba-tiba muncul
menghantuinya. Orang-orang sakti berebut menginginkan Alfa menjadi murid
mereka. Dan, yang paling mengerikandair itu semua adalahsetiap tidurnya menjadi
pertaruhan nyawa. Sesuatu menunggu Alfa di alam mimpi.
Perantauan
Alfa jauh membawanya ke Amerika Serikat. Ia berjuang sebagai imigran gelap yang
ingin mengubah nasib dan status. Pada suatu malam, kehadiran seseorang memicu
Alfa untuk menghadapi ketakutan terbesarnya. Alam mimpi ternyata menyimpan
rahasia besar yang tidak pernah ia bayangkan. Di Lembah Yarlung, Tibet, jawaban
mulai terkuak.
Sementara
itu perncarian Gio di Rio Tambopata menemui jalan buntu. Pada saat yang tak
terduga, pria yang pernah menemuinya di Vallegrande kembali muncul. Pria itu
mengarahkan Gio ke pencarian baru. Petunjuknya adalah empat batu bersimbol,
merepresentasikan empat orang, dan Gio ternyata adalah salah seorang dari
mereka.
Diawali dengan Gio yang putus
asa karena tak menemukan Diva. Dia bertemu dengan orang yang pernah memberinya
empat batu. Memberinya petunjuk baru, serta memberitahukan bahwa dia adalah
salah satu pemilik batu itu.
Cerita beralih pada Alfa. Alfa
kecil bersama dua saudara dan orang tuanya tinggal di desa. Sebagai orang
Batak, sering mengadakan upacara gondang. Upacara adat untuk memanggil arwah
nenek moyang. Setelah sekian lama Alfa selalu diungsikan bila ada upacara, kali
itu orang tuanya berencana membiarkannya mendengar upacara gondang tersebut.
Malam itulah Alfa bertemu dengan makhluk hitam besar bermata kuning yang
disebut Si Jaga Portibi. Sejak itulah, setiap kali Alfa tidur selalu dihantui
oleh mimpi menakutkan. Yang anehnya, seseorang mengatakan bahwa Si Jaga Portibi
tersebut muncul bila Alfa sedang dalam masalah.
Kejadian itu membuat
pemimpin-pemimpin desa menginginkan Alfa jadi murid. Demi menghindari segala
hal buruk terjadi pada anak mereka, orang tua Alfa membawa keluarga pindah ke
Jakarta.
Alfa tak pernah tidur di malam
hari dan mngambil waktu tidur di siang hari. Dia menggunakan waktu tidurnya
untuk belajar dan terus belajar. Hingga suatu hari seorang keturunan Batak yang
tinggal di Amerika datang dan menawarkan untuk membawa seorang dari Alfa
bersaudara ke Amerika. Dan Alfalah yang menyanggupinya.
Kehidupan Alfa di Amerika tidak mulus, karena
statusnya sebagai imigran gelap menyulitkannya dalam bergerak. Sekolah dan
bekerja, tapi takut diciduk pihak berwajib. Hingga suatu ketika Alfa diterima
di Universitas yang diinginkannya dengan biaya siswa penuh, lalu diterima
magang di Wall Street. Kerja kerasnya membuahkan hasil, dia disponsori
perusahaannya untuk mendapat ijin tinggal dan kerja di Amerika. Alfa suskses,
namun ketika kesuksesan itu sedang dia dapat, mimpi-mimpi buruknya kembali.
Alfa sampai harus pergi ke Tibet untuk mengetahui cara mengatasi mimpi buruknya
itu.
Dalam buku Gelombang ini, aku lebih suka kehidupan
Alfa yang masih berada di desanya. Budaya Batak yang kental di gambarkan dengan
sangat bagus, dan aku suka. Setelah pindah ke Amerika, aku hanya suka bagian
Alfa mengatasi geng-geng yang berada di satu blok dengannya. Selebihnya
perjuangan Alfa di Amerika menjadi sangat biasa saja. Baru tertarik lagi ketika
Alfa memulai petualangan ke Tibet. Karena aku suka sesuatu yang berbau
perjalanan dan petualangan, jadi suka sekali bagian itu.
Di bagian Alfa semedi, atau bertapa atau apalah itu,
untuk mencari jawaban atas apa yang dialaminya, aku benar-benar tidak mengerti.
Penjelasan tentang apa yang dialami Alfa dalam mimpi susah untuk dibayangkan.
Aku hanya tahu bahwa Alfa dapat julukan gelombang setelahnya.
Alfa
: When life gives you lemon, what would you do, Fred?
Fred
: Bite it like a man.




