Jumat, 12 Februari 2016

Supernova-Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh







            Judul                                : Supernova – Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.
Pengarang                        : Dee Lestari
Penyunting                      : Dhewiberta
Perancang sampul           : Fahmi Ilmansyah
Penata aksara                   : Irevitari & Bowo
Pemeriksa acara              : Intan & Pritameani
Simbol sampul                : Supernova web
Penerbit                           : Bentang Pustaka
Tebal halaman                 : x + 322 hal


Menunaikan ikrar mereka untuk berkarya bersama, pasangan Dimas dan Reuben mulai menulis roman yang diberi judul Kesatri, Putri, dan Bintang Jatuh.
Paralel dengan itu, dalam kehidupan nyata, sebuah kisah terlarang terjalin antara Ferre dan Rana. Hubungan cinta mereka merepresentasikan dinamika yang terjadi antara tokoh Kesatria dan Putri dalam fiksi Dimas dan Reuben.
Tokok ketiga, Bintang Jatuh, dihadirkan oleh seorang peragawati terkenal bernama Diva, yang memiliki profesi sampingan sebagai pelacur kelas atas.
Tanpa ada yang bisa mengantisipasi, kehadiran sosok bernama Supernova menjadi kunci penentu yang akhirnya merajut kehidupan nyata antara Ferre-Rana-diva dengan kisah fiksi karya Dimas-Reuben dalam satu dimensi kehidupan yang sama.

                Dalam buku ini aku membaginya menjadi 3 kisah yang saling berkaitan. Satu kisah tentang Dimas-Reuben. Satu lagi tentang Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Terakhir tentang Supernova.
Dimas-Reuben, pasangan ini ketemu di Amerika saat kuliah, lalu menjadi kekasih. Mereka membuat sebuah janji, ikrar atau nazar, sepuluh tahun dari hari itu akan membuat sebuah karya. Dan mereka menulis romance bersama tentang Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.
Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh sendiri mewakili Ferre, Rana dan Diva. Ketiganya sambung menyambung menjalin hubungan. Ferre sang Managing director, Rana yang sudah berumah tangga dan bekerja di majalah, lalu Diva seorang model merangkap pelacur kelas atas. Ferre jatuh cinta dengan Rana, demikian juga Rana membalasnya karena kejenuhan hidup berumah tangga. Kemudian datanglah Diva yang juga jenuh dengan kenaifan dunia. Diva jadi orang lain yang tiba-tiba menyukai perasaan cinta berbunga-bunga Ferre (bukan mencintai orangnya). Kerena sudah lama dia tak melihat perasaan tulus seperti itu. Di ujung cerita, cinta Ferre-Rana teruji dengan sikap suami Rana yang berubah. Ferre terpuruk dan datanglah Diva.
Supernova. Disini Supernova kuartikan sebuah elemen di dalam dan diluar dua kisah sebelumnya. Dia berkomunikasi dengan Dimas-Reuben, dia berkomunikasi dengan Kesatria, Putri, Bintang Jatuh. Supernova tidak bisa kujelaskan secara terperinci karena aku sendiri belum tahu apa dan siapa supernova sebenarnya. Apakah Diva? Atau ada orang lain.
Aku suka interaksi Dimas dan Reuben, tapi tak mengerti apa yang mereka bicarakan terutama apa yang dikatakan Reuben. Tentang Ferre, Rana dan Diva. Aku cuma menyukai karakter Diva. Dia sosok yang serba bisa, berpikir jauh kedepan dan jenius. Tapi sifat-sifat itu membuatnya mudah bosan, sakit sendiri jadinya. Dan supernova disini berperan sebagai motivator anonim dari dunia maya.
Dee juga berhasil membawa pasangan Dimas-Reuben yang dalam buku diceritakan sebagai pasangan sejenis, tidak terbebani dengan penolakan masyarakat dan agama, juga orang tua. Kisah cinta mereka juga tidak dihiasi adegan-adegan mesra yang berlebihan. Dee memang sudah membaca keadaan orang Indonesia sebagai manusia homophobic hingga membuat kisah tanpa kontrofersi atau kerana buku ini dirancang tak mengekspos cinta Dimas-Reuben dari awal? Yang pasti cerita Dee bisa diterima meski sulit dimengerti.
Buku kesatu ini benar-benar tak kuketahui arah jalannya. Kata-katanya sulit dimengerti dan hampir setiap halaman ada keterangan untuk kata-kata asing yang tertulis. Ketika sudah masuk ke cerita Kesatria, Putri, dan Bintang jatuh baru bisa mengerti. Hikmah yang aku tangkap disini satu yang paling mengena, bahwa kehidupan yang monoton menghadirkan kebosanan yang luar biasa. Dan karena tak mampu mengatasi kebosanan menjadikan kita membuat kesalahan fatal. Disini dicontohkan dengan perselingkuhan. Maka dari itu, berhati-hatilah memperlakukan kebosanan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar