Sabtu, 13 Februari 2016

Supernova-Petir







            Judul                                  : Supernova – Petir
Pengarang                          : Dee Lestari
Penyunting                         : Dhewiberta
Perancang sampul              : Fahmi Ilmansyah
Penata aksara                     : Irevitari & Bowo
Pemeriksa acara                : Intan & Pritameani
Simbol sampul                   : Antahkarana
Penerbit                              : Bentang Pustaka
Tebal halaman                    : x + 286 hal

Dua tahun setelah roman mereka rampung, Dimas dan Reuben mengalam stagnasi. Hingga suatu hari mereka mendapat surat elektronik dari seseorang bernama Gio. Kata “Supernova” yang disebut Gio dalam surat ini menjadi tanda tanya baru sekaligus awal pengetahuan Dimas dan Reuben tentang jaringan yang selama ini melibatkan mereka tanpa disadari.
Sementara tu, di Kota Bandung, seorang gadis sebatang kara bernama Elektra berusaha menyambung hidup. Berawal dari perkenalannya dengan seorang yogini bernama Ibu Sati dan seorang interprenuer muda urakan bernama Toni alias Mpret, hidup Elektra mulai terakselerasi. Dari anak kuper yang tidak punya motivasi, Elektra bertranformasi menjadi seorang perngusaha, dan akhrnya seorang penyembuh.
Setelah nyaman dalam lingkungannya yang baru, hidup Elektra kembali siap diguncang ketika Bong memintanya untuk menolong seorang yang tak ia kenal bernama Bodhi.

                Kisah Dimas-Reuben disebut sedikit di awal cerita, lalu hilang begitu saja. Ceritanya simple, tentang Dimas dan Reuben yang akan menghadapi 12 tahun jadian mereka, tapi Reuben sering lupa. Ngeselin memang, tapi begitulah cinta selalu bisa memaafkan kesalahan.
                Kisah yang lebih besar adalah Elektra. Bukan sebatang kara, dia masih punya keluarga besar dan kakak kandung. Hanya saja, semuanya jauh. Sedangkan kedua orang tuanya telah mati. Elektra tinggal di rumah besar bernama Eleanor tinggalan sejak jaman Belanda. Kehidupan Elektra setelah lulus kuliah benar-benar mengenaskan, usaha untuk menyambung hidup terus-terusan gagal. Dia sampai mengunjungi dukun, lalu pergi ke rumah Ibu Sati untuk meladeni . Terakhir dia jadi murid Ibu Sati dalam hal meditasi. Hingga dia ketemu Toni atau Mpret yang mau berbisnis dengannya. Elektra meminjamkan tempat sedangkan Mpret memberi modal. Bisnis internet, distro, game laris manis. Apalagi ditambah teman kerja yang sangat kooperatif.
                Sedang baik-baiknya kehidupan Elektra, ternyata dia punya kekuatan mengendalikan listrik. Dengan bimbingan Ibu Sati, Elektra mengendalikan kekuatan itu kemudian jadilah dia seorang terapis listrik. Meski terjadi seteru kecil dengan Mpret soal kerjaan baru Elektra dan bisnis mereka, akhirnya terselesaikan dengan baik karena ternyata Mpret mengkhawatirkannya. Namun akhirnya semuanya lancar. Satu lagi yang terlihat disini, Mpret ternyata menyukai Elektra.
                Terakhir Bong, di Supernova-Akar, datang menemui Mpret. Meminta bantuan Elektra untuk Bodhi.
                Wuuutsss, inilah seri Supernova yang menurutku ringan. Ceritanya mudah dicerna dan ada sedikit unsur komedi. Entahlah, aku senyum di bagian-bagian tertentu. Saat Elektra pergi ke dukun, saat Elektra mengirim CV ke kuburan, juga saat dia colek colekan dengan mantan pembantunya ketika ngobrol. Banyak lagi lah.
                Supernova petir ini berhubungan dengan tokoh Elektra yang suka dengan petir, bisa mengendalikan listrik tapi slengekan bukan main. Lucu sekali. Tokoh-tokoh lain melengkapinya, Kewoy, Mi’un, Mas Yono, Mpret, bawa peran sendiri-sendiri yang buat seri petir ini lengkap. Hanya saja nggak di singgung lebih jauh soal perasaan Mpret pada Elektra. Ah, aku selalu suka cerita apapun diselipi roman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar