Judul :
Supernova – Petir
Pengarang : Dee Lestari
Penyunting : Dhewiberta
Perancang
sampul : Fahmi Ilmansyah
Penata
aksara : Irevitari
& Bowo
Pemeriksa
acara : Intan &
Pritameani
Simbol
sampul : Antahkarana
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal
halaman : x + 286 hal
Dua tahun
setelah roman mereka rampung, Dimas dan Reuben mengalam stagnasi. Hingga suatu
hari mereka mendapat surat elektronik dari seseorang bernama Gio. Kata
“Supernova” yang disebut Gio dalam surat ini menjadi tanda tanya baru sekaligus
awal pengetahuan Dimas dan Reuben tentang jaringan yang selama ini melibatkan
mereka tanpa disadari.
Sementara
tu, di Kota Bandung, seorang gadis sebatang kara bernama Elektra berusaha
menyambung hidup. Berawal dari perkenalannya dengan seorang yogini bernama Ibu
Sati dan seorang interprenuer muda urakan bernama Toni alias Mpret, hidup
Elektra mulai terakselerasi. Dari anak kuper yang tidak punya motivasi, Elektra
bertranformasi menjadi seorang perngusaha, dan akhrnya seorang penyembuh.
Setelah
nyaman dalam lingkungannya yang baru, hidup Elektra kembali siap diguncang
ketika Bong memintanya untuk menolong seorang yang tak ia kenal bernama Bodhi.
Kisah Dimas-Reuben disebut
sedikit di awal cerita, lalu hilang begitu saja. Ceritanya simple, tentang
Dimas dan Reuben yang akan menghadapi 12 tahun jadian mereka, tapi Reuben
sering lupa. Ngeselin memang, tapi begitulah cinta selalu bisa memaafkan
kesalahan.
Kisah yang lebih besar adalah
Elektra. Bukan sebatang kara, dia masih punya keluarga besar dan kakak kandung.
Hanya saja, semuanya jauh. Sedangkan kedua orang tuanya telah mati. Elektra
tinggal di rumah besar bernama Eleanor tinggalan sejak jaman Belanda. Kehidupan
Elektra setelah lulus kuliah benar-benar mengenaskan, usaha untuk menyambung
hidup terus-terusan gagal. Dia sampai mengunjungi dukun, lalu pergi ke rumah
Ibu Sati untuk meladeni . Terakhir dia jadi murid Ibu Sati dalam hal meditasi. Hingga
dia ketemu Toni atau Mpret yang mau berbisnis dengannya. Elektra meminjamkan
tempat sedangkan Mpret memberi modal. Bisnis internet, distro, game laris
manis. Apalagi ditambah teman kerja yang sangat kooperatif.
Sedang baik-baiknya kehidupan
Elektra, ternyata dia punya kekuatan mengendalikan listrik. Dengan bimbingan
Ibu Sati, Elektra mengendalikan kekuatan itu kemudian jadilah dia seorang
terapis listrik. Meski terjadi seteru kecil dengan Mpret soal kerjaan baru
Elektra dan bisnis mereka, akhirnya terselesaikan dengan baik karena ternyata
Mpret mengkhawatirkannya. Namun akhirnya semuanya lancar. Satu lagi yang
terlihat disini, Mpret ternyata menyukai Elektra.
Terakhir Bong, di
Supernova-Akar, datang menemui Mpret. Meminta bantuan Elektra untuk Bodhi.
Wuuutsss, inilah seri Supernova
yang menurutku ringan. Ceritanya mudah dicerna dan ada sedikit unsur komedi.
Entahlah, aku senyum di bagian-bagian tertentu. Saat Elektra pergi ke dukun,
saat Elektra mengirim CV ke kuburan, juga saat dia colek colekan dengan mantan
pembantunya ketika ngobrol. Banyak lagi lah.
Supernova petir ini berhubungan
dengan tokoh Elektra yang suka dengan petir, bisa mengendalikan listrik tapi
slengekan bukan main. Lucu sekali. Tokoh-tokoh lain melengkapinya, Kewoy,
Mi’un, Mas Yono, Mpret, bawa peran sendiri-sendiri yang buat seri petir ini
lengkap. Hanya saja nggak di singgung lebih jauh soal perasaan Mpret pada
Elektra. Ah, aku selalu suka cerita apapun diselipi roman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar