Judul : Deadly Redemption, Penebusan
Pengarang : Kathleen Korbel
Penerjemah : Linda Buntaran
Penerbit : Gramedia Pustaka
Tahun terbit : Maret 2009
Tebal buku : 352 hal
Orla. Putri
ketiga Ratu Mab, klan Tuatha de Dannan. Sang Leannan sidhe-peri percintaan.
Putri termuda yang berhasrat meneruskan tahta, dan melakukan kesalahan fatas
saat ingin membuktikan diri dihadapan ibunya.
Orla
mengundang peri dari klan musuh masuk ke negerinya, dan peri itu mencuri Batu
Coilin dari mahkota Tuatha hingga memicu perang besar. Namun perang bukan
satu-satunya akibat. Daun-daun berguguran, keseimbangan dunia akan hancur, dan
segala bentuk kehidupan akan lenyap.
Orla bisa
menebus kesalahannya. Dengan menjadi persembahan, tawaran perdamaian kepada
klan musuh. Penebusan seumur hidup.
Setelah
bertahun tahun tidak membaca Harlequin, Ini yang pertama di tahun ini. Dulu,
dulu sekali saat aku membaca Harlequin selalu beranggapan bahwa novel-novel
seperti ini identik dengan kisah sehari-hari dengan pelaku laki-laki dan wanita
dewasa, namun membaca novel Deadly Redemption yang aku pinjam ini, aku baru
tahu Harlequin itu luas.
Kathleen
membawa dunia peri di bukunya ini. Fiksi fantasi dewasa, mungkin begitu
sebutannya. Merceritakan perjuangan seorang putri (Orla) yang ditawarkan untuk
persembahan perdamaian dengan klan musuh. Di klan itu Orla dinikahkan dengan
Liam, panglima perang atau pimpinan perang klan. Orla harus membangun kehidupan
baru di negeri itu, mencari teman, mencari keahlian-keahliannya dan berhadapan
dengan puteri suami barunya. Ketika dunia mulai tak seimbang karena batu-batu
yang merupakan lambang klan tak berada pada tempatnya, Orla-lah yang memulai
menyeimbangkannya.
Cerita
yang dibawa Kathleen dalam buku ini di awal tidak membuatku tertarik, tapi
karena memang sudah tidak ada buku yang ingin kudahulukan untuk dibaca,
terpaksa aku membacanya. Lumayan menghibur, tapi tidak membuatku senang
membacanya. Satu-satunya yang aku suka dari novel ini adalah kata peri, hanya
itu. Sikap Orla awalnya bagus, memperjuangkan kaum perempuan agar menjadi lebih
dianggap di mata lelaki, juga agar tidak terus-terusan dianggap lemah. Walau
Orla terus berusaha, tapi sebenarnya dia sendiri lemah dengan suaminya, dia
terlalu menggilai suaminya. Jatuh cinta bisa menjadikan apapun jadi mungkin,
bisa menguatkan juga bisa melemahkan. Begitulah yang aku tangkap dari novel
ini. Harlequin, selalu ada adegan dewasa terselip di didalamnya. Tapi dalam
novel ini bukan hanya ada, namun banyak. Lebih dari pada Harlequin lain yang
pernah kubaca. Jadi tahukan siapa yang boleh dan tak boleh membaca Novel
seperti ini?
Bagaimana
dengan bahasa? Karena ini novel terjemahan, tentu bahasanya akan lebih rumit
untuk dipelajari dari novel Indonesia sendiri. Apalagi di dalam novel ini menyebutkan
banyak kata-kata asing. Hanya kalau sering membaca buku-buku terjemahaan,
kalian tidak akan menyerah membacanya sampai halaman terakhir. Saranku sih,
baca saja karena setiap apa yang dibaca selalu membawa pengetahuan baru. Rating
dariku untuk buku ini, 3.
Karena ini seri bagaian ke 3 sedangkan bagian 1-2 belum baca, jadi nggak bisa komentar banyak. Tunggu dapat pinjeman bagian 1-2 nya dulu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar