Selasa, 09 Februari 2016

Harlequin setelah sekian lama?






Judul                   : Deadly Redemption, Penebusan
Pengarang          : Kathleen Korbel
Penerjemah        : Linda Buntaran
Penerbit              : Gramedia Pustaka
Tahun terbit       : Maret 2009
Tebal buku         : 352 hal

Orla. Putri ketiga Ratu Mab, klan Tuatha de Dannan. Sang Leannan sidhe-peri percintaan. Putri termuda yang berhasrat meneruskan tahta, dan melakukan kesalahan fatas saat ingin membuktikan diri dihadapan ibunya.
Orla mengundang peri dari klan musuh masuk ke negerinya, dan peri itu mencuri Batu Coilin dari mahkota Tuatha hingga memicu perang besar. Namun perang bukan satu-satunya akibat. Daun-daun berguguran, keseimbangan dunia akan hancur, dan segala bentuk kehidupan akan lenyap.
Orla bisa menebus kesalahannya. Dengan menjadi persembahan, tawaran perdamaian kepada klan musuh. Penebusan seumur hidup.

Setelah bertahun tahun tidak membaca Harlequin, Ini yang pertama di tahun ini. Dulu, dulu sekali saat aku membaca Harlequin selalu beranggapan bahwa novel-novel seperti ini identik dengan kisah sehari-hari dengan pelaku laki-laki dan wanita dewasa, namun membaca novel Deadly Redemption yang aku pinjam ini, aku baru tahu Harlequin itu luas.

Kathleen membawa dunia peri di bukunya ini. Fiksi fantasi dewasa, mungkin begitu sebutannya. Merceritakan perjuangan seorang putri (Orla) yang ditawarkan untuk persembahan perdamaian dengan klan musuh. Di klan itu Orla dinikahkan dengan Liam, panglima perang atau pimpinan perang klan. Orla harus membangun kehidupan baru di negeri itu, mencari teman, mencari keahlian-keahliannya dan berhadapan dengan puteri suami barunya. Ketika dunia mulai tak seimbang karena batu-batu yang merupakan lambang klan tak berada pada tempatnya, Orla-lah yang memulai menyeimbangkannya.

Cerita yang dibawa Kathleen dalam buku ini di awal tidak membuatku tertarik, tapi karena memang sudah tidak ada buku yang ingin kudahulukan untuk dibaca, terpaksa aku membacanya. Lumayan menghibur, tapi tidak membuatku senang membacanya. Satu-satunya yang aku suka dari novel ini adalah kata peri, hanya itu. Sikap Orla awalnya bagus, memperjuangkan kaum perempuan agar menjadi lebih dianggap di mata lelaki, juga agar tidak terus-terusan dianggap lemah. Walau Orla terus berusaha, tapi sebenarnya dia sendiri lemah dengan suaminya, dia terlalu menggilai suaminya. Jatuh cinta bisa menjadikan apapun jadi mungkin, bisa menguatkan juga bisa melemahkan. Begitulah yang aku tangkap dari novel ini. Harlequin, selalu ada adegan dewasa terselip di didalamnya. Tapi dalam novel ini bukan hanya ada, namun banyak. Lebih dari pada Harlequin lain yang pernah kubaca. Jadi tahukan siapa yang boleh dan tak boleh membaca Novel seperti ini?

Bagaimana dengan bahasa? Karena ini novel terjemahan, tentu bahasanya akan lebih rumit untuk dipelajari dari novel Indonesia sendiri. Apalagi di dalam novel ini menyebutkan banyak kata-kata asing. Hanya kalau sering membaca buku-buku terjemahaan, kalian tidak akan menyerah membacanya sampai halaman terakhir. Saranku sih, baca saja karena setiap apa yang dibaca selalu membawa pengetahuan baru. Rating dariku untuk buku ini, 3.

Karena ini seri bagaian ke 3 sedangkan bagian 1-2 belum baca, jadi nggak bisa komentar banyak. Tunggu dapat pinjeman bagian 1-2 nya dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar