Kamis, 21 Januari 2016

Tiba-Tiba Humor





Judul                  : Humortivasi
Pengarang          : Isa Alamsyah
Chef Editor        : Asma Nadia
Desain sampul   : Wasi Farikh Kendedes
Layout               : Isa Alamsyah, Dita Fitriani, Rosmala Al Noer
Penerbit             : Asma Nadia Publishing House
Tahun terbit       : Mei 2015
Tebal buku        : 224 hal


Siapa bilang humor cuma buat bahan tertawa. Sebenarnya banyak banget manfaat humor lho, asal Mbak dan Mas Bro tahu.
Di dunia politik, humor menjadi alat kritik efektif.
Di dunia pendidikan dan public speaking, humor adalah alat efektif pemecah kebosanan.
Dalam pergaulan, humor bisa menjadi daya tarik pertemanan.
Di dunia kesehatan, humor bisa menjadi bagian dari terapi.
Bahkan humor bisa menjadi identitas budaya dan bangsa. Ciyus….miapah? Demi apa saja boleh.
Anyway, buku ini nggak hanya bikin kamu ngakak tetapi juga termotivasi. Doain jadi tren biar lewat humor yang kesannya selewatan kita bisa memberi kontribusi untuk perubahan dunia yang lebih baik. Maree…

Begitulah sinopsis yang tertulis di belakang buku ini, lalu bagaimana pendapatku soal buku ini? Sebelum kesana, mari mendengar curhatanku sebentar. Buku ini adalah satu dari tiga buku yang tergabung dari paket motivasi Isa Alamsyah yang aku pesan di toko Asma Nadia, tapi yang datang paket lain. Hanya buku ini satu-satunya di paket yang dikirim padaku… huaaa… huaaa… hiks hiks. Padahal yang kubutuhkan kala itu bukan dari ketiga buku yang datang… tapi ya sudahlah, sudah terlangjur di kirim, komplain ke tokonya nggak direspon. So baca saja apa yang ada.

Masuk ke pendapatku tentang buku ini, bukan buku fiksi jelas karena judulnya saja humortivasi. Pak Isa dan timnya mengumpulkan humor satire dari berbagai belahan dunia (Karena ada nama-nama negara lain juga hehehe), mengumpulkannya dalam buku ini, diolah sesuai keadaan Indonesia, lalu memberikan penjabaran setelahnya. Buku ini dibuat dengan harapan memotivasi pembacanya agar dari humor sindiran ini bisa membenahi diri lebih baik.


Ya aku setuju dengan isi buku ini, walaupun tidak tertawa saat membacanya setidaknya ada yang bisa kupetik dari penjabarannya. Buku ini bagus untuk dibaca setiap kalangan, karena bukan novel fiksi bertema percintaan atau lainnya, mungkin akan sulit menarik pembaca remaja. Namun seperti aku yang memang suka membaca novel fiksi, tapi mencoba mengembangkan kesukaan di jenis buku lainnya, kalian juga harus mencoba membacanya. Karena setiap buku membawa ilmu yang berbeda-beda, jadi kenapa tidak kita menyerap ilmu dari buku selain fiksi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar