Unspeakable by Sandra Brown
Salah satu resolusiku di tahun 2016 ini adalah membaca
buku sebanyak-banyaknya. Membuka blog dan mengisinya dengan cerita-cerita serta
review buku yang kubaca. Berhubung blog ini baru dan tampilannya masih sangat
sederhana, sembari mempercantiknya sekalian kuisi sedikit demi sedikit.
Ini adalah postingan pertama di 2016.
Judul : Unspeakable (Tak
Terucapkan)
Pengarang : Sandra Brown
Penerbit : Gramedia
Tahun
Terbit : Cetakan keempat, Mei 2007
Tebal : 560 hal
Dalam buku Unspeakable yang aku
pinjam ini, Sandra Brown menceritakan janda tunarungu (Anna) beranak satu yang
hidup dengan ayah mertuanya. Kehidupannya monoton, tapi suatu ketika seorang
pria bernama Jack Sawyer datang meminta pekerjaan pada mertuanya. Anna dan Jack
tertarik satu sama lain.
Eitsss, buku ini bukan fokus di
romance. Cerita utamanya berawal dari dua napi yang kabur dari penjara, membuat
resah masyarakat terutama masyarakat kota kecil di negara bagian Texas. Napi
itu memiliki masa lalu di kota tersebut, makanya banyak orang khawatir kalau-kalau
dia akan datang kesana. Ada pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, masalah dengan
Bank hingga badai tornado di munculkan dalam buku ini. Komplit pokoknya.
Di awal cerita banyak karakter
dan setting yang tak sambung antara bab satu ke bab selanjutnya. Tapi itu malah
menjadi kelebihan buku ini, karena ketika dibaca akan jadi makin penasaran. Apa
hubungan satu dengan lainnya, akan terungkap sedikit demi sedikit. Aku suka
karakter tokoh jahatnya, membunuh dengan sadis, membuat rencana yang bagus
seolah-olah tak terhentikan. Aku sering membaca buku yang penjahatnya bisa
melawan beberapa orang dan membunuhnya, tapi kalah mudah oleh seorang tokoh
utama. Kelihatan tidak adil dan tidak begitu masuk akal apalagi kalau gambaran
tokoh utamanya tak sehebat si penjahat. Tapi di buku ini lumayan tidak di buat
begitu (begitu, tapi diberi alasan kuat). Buku ini menyuguhkan kriminalitas,
kisah masa lalu dan juga cinta.
Karena Unspeakable adalah buku
terjemahan, mungkin banyak yang tak begitu suka. Entah karena bahasanya yang
sedikit susah dimengerti atau setting tempat dan kebiasaan luar negeri yang tak
ada di Indonesia. Tak ada salahnya sekali-kali membaca buku terjemahan. Coba
deh!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar