Pengarang
: Dee Lestari
Penyunting
: Dhewiberta
Perancang
sampul : Fahmi Ilmansyah
Penata
aksara : Irevitari & Binangkit
Simbol
sampul : Flower of Life
Penerbit
: Bentang Pustaka
Tebal
halaman : x + 262 hal
Di Bolivia,
Gio mendapat kabar bahwa Diva hilang dalam sebuah ekspedisi sungai di pedalaman
Amazon. Di Indonesia, perjalanan seorang nak yatim piatu bernama Bodhi dimulai.
Bodhi, yang
dibesarkan di wihara oleh Guru Liong, akhirnya meninggalkan tempat dia dibesarkan
dan bertualang ke Asia Tenggara. Di Bangkok dia bertemu dengan pria eksentrik
bernama Kell yang mengajarinya seni tato.
Setelah
melalui petualangan yang beliku di berbagai negara, Bodhi akhirnya kembali ke
Indonesia. Dia dipertemukan dengan tokoh punk karismatik bernama Bong. Sejak
itu, Bodhi menjadi bagian dari komunitas dengan perannya sebagai seniman tato.
Sebuah
surat misterius yang ditemukan secara tidak sengaja oleh Bodhi kembali
membawanya ke grbang petualangan baru.
Di awal cerita ada Gio yang sedang mengunjungi
Bolivia, lalu dapat kabar kalau Diva hilang di pedalaman Amazon. Ini salah
lalau ceritanya beralih.
Bodhi, bayi kecil yang di temukan di bawah pohon di
depan wihara, dibesarkan dan diajar oleh pihak wihara. Karena selalu terdapat keanehan
dalam dirinya, dia memutuskan mencari jawabannya di luar sana. Berpetualang ke
Medan, menyebrang ke Malaysia terus ke Thailand. Nah di Thiland itulah dia
memulai petualangan. Bertemu Kell dan diajari seni tato. Ada maksud saat Kell
mengajarinya tato, Kell ingin dirinya ditato Bodhi. Maka dari itu Bodhi
diajarinya sampai bisa. Bertemu Star yang untuk menato wanita itu. Lalu
dianggap sudah mampu memberikan tato di badan Kell, hanya saja mereka belum
melakukannya.
Bodhi dan Kell berpisah. Bodhi pergi ke Laos, sampai
dikuntit anak pembawa sial. Buku lonely planetnya jatuh ke sungai nggak bisa
diambil, padahal dia nggak tahu peta Laos sama sekali, nggak tahu bahasa Laos
sama sekali. Sudah begitu simpanan uangnya juga hilang, menjadikannya
gelandangan di laos. Lalu seorang turis mengusulkannya untuk bekertas di
perbatasan, Laos-Thailand-Myanmar. Golden triangle.
Setelah cukup uang dia kembali ke Thailand, mencari
Kell untuk menatokan gambar terakhir di tubuh lelaki itu. Sayangnya Kell tak
ada di tempat yang memaksa Bodhi untuk berpetualang lagi ke Kamboja mencarinya.
Setelah bertemu dan menatokan gambar terakhirnya, Bodhi pulang ke Indonesia.
Tidak sesederhana itu ceritanya, tapi banyak hal-hal
kecil yang mempercantik petualangan Bodhi ke Asia Tenggara. Inilah buku dari
seri supernova yang jadi favoritku. Petualangan di Asia Tenggata. Keinginanku
untuk petualangan kesana yang telah padam seperti ditumbuhkan lagi. Lewat Bodhi
aku ikut merasakan petualangan itu, sedihnya, senangnya juga kejutan-kejutan
yang dia lewati.
Tokoh yang paling aku suka adalah Kell, dia
digambarkan begitu menawan di cerita ini. Kejadian yang membuat merinding
adalah ketika Bodhi ke Kamboja lewat pelosok, dia ditangkap dan di adu tarung
dengan sesama manusia, ketika dia dikerjar dan hampir menginjak ranjau darat.
Kejadian yang lucu menurutku adalah ketika Bodhi diajak temannya bekerja di
Golden Triangle. Ketika dia sudah sangat senang dapat bayaran 700 dolar
seminggu, nyatanya dia kaget ketika tahu pekerjaannya adalah sebagai pemetik ganja.
Seri akar ini lebih mudah dipahami dari pada seri
sebelumnya. Tentu saja karena petualangan adalah sebuah hal menarik untuk
dibahas, sedangkan seri pertama kesulitannya terhadap kalimat-kalimat yang
dilontarkan Reuben. Banyak kata-kata nggak aku ngerti disana. Entah kalian,
tapi keduanya bagus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar