Sepuluh tahun
semenjak aku lulus SMP, sepuluh tahun juga aku tak melihat Bali. Kagen? Iya, tentu. Bali adalah salah satu surga wisata di dunia. Turis dari Amerika, Eropa, Australi,
Afrika bahkan Asia sendiri tumplek blek disana. Wisatawan dalam negeri,
apalagi. Orang Indonesia pasti tahu pulau Bali, dan banyak diantara mereka yang
sudah pergi kesana. Aku juga pernah, tapi itu sepuluh tahun yang lalu ketika
mengikuti stady tour semasa SMP.
Pulau Dewata, begitu orang-orang menyebutnya. Sebuah pulau
kecil tapi sangat besar popularitasnya. Bali menawarkan berbagai macam wisata. Wisata
pantai contohnya, lalu danau, kesenian dan budaya, hutan yang masih alami
sebagai habitat kera dan kelelawar serta wisata kuliner.
Mulai dari pantai, Bali memiliki banyak sekali pantai. Pantai
yang wajib dikunjungi dipagi hari untuk melihat matahari terbit, Sanur. Pantai
untuk melihat matahari terbenam, Kuta. Pantai dengan pura di tengah laut, Tanah
Lot. Dan banyak lagi pantai-pantai yang tak kalah menariknya seperti Tanjong
Benoa, Nusa Dua, Jimbaran dan lain-lainnya. Untuk wisata danau bisa ke Bedugul.
Keindahan pemandangan alam pegunungan dan danau jadi satu disana. Menurut pengalamanku
dulu, dalam perjalanan meninggalkan danau Bedugul kita akan mengalami masalah
pendengaran, hampir sama seperti saat kita berada dalam pesawat. Tapi tak perlu
khawatir, pendengaran akan berangsur-angsur pulih setelahnya.
Beralih ke wisata seni budaya dan wisata alam. Datanglah ke Uluwatu
atau Art Center bila ingin melihat tarian daerah semacam Kecak dan drama tari
Ramayana. Kemudian Ubud. Ubud adalah desa wisata paling terkenal di Bali. Ubud
menyuguhkan pemandangan indah dari persawahan serta kehidupan di pedesaan. Kalau
menginginkan ketenangan jiwa saat berlibur, Ubud adalah tempat yang tepat untuk
dikunjungi. Dijamin dengan berjalan kaki atau menyewa sepeda untuk berkeliling
di daerah Ubud, kalian akan menemukan ketenangan batin.
Bali, walau sudah sepuluh tahun yang lalu aku pergi kesana,
keindahannya tak pernah kulupakan. Pantainya yang cantik, budayanya yang
kental, masyarakatnya yang ramah, makanannya yang khas dan semua hal yang sulit
kujabarkan hanya dengan kata-kata. Semuanya masih bisa kuingat, dan membuatku
berkeinginan untuk berkunjung kesana lagi.
Stady Tour kala itu aku naik bus. Tapi sekarang kalau
ingin berkunjung kesana sangat mudah dan tak memerlukan waktu berjam-jam duduk di
kendaraan. Banyak penerbangan menuju Bali, hampir seluruh maskapai penerbangan
Internasional dan Nasional punya rute ke pulau Dewata. Contohnya, Garuda Indonesia, Air Asia, Lion Air dan Citilink. Tinggal booking dan terbang ke
Bali.
Sebenarnya ingin ke Bali lagi, tapi ada tempat lain yang
ingin aku kunjungi juga. Yogyakarta. Kalau di Bali banyak terdapat pantai, di
Jogja banyak situs bersejarah. Ada candi Borobudur yang menjadi situs warisan
dunia, ada candi Prambanan yang melegenda, ada Keraton dan upacara-upacara adat Jawa. Yang paling menarik lagi adalah makanan khas Jogja. Gudeg. Ingin sekali
makan gudek Jogja dilanjut berbelanja murah di Malioboro. Sebagai orang yang
rumahnya dekat dengan pasar, aku akan coba menawar barang disana.
Kebetulan aku orang Jawa yang lahir dan besar di Jawa timur. Berbahasa
Jawa walau tak cukup bisa berbahasa Jawa halus ( Boso Kromo alus), tapi aku berharap
bisa mempraktikan bahasa Jawa halus yang tak seberapa bisa ku kuasai ini bila
mendapat Tiket Pesawat Garatis dari Airpaz.com. Aku akan ke Jogja, naik
pesawat milik negara, Garuda Indonesia. Bila Garuda Indonesia tidak ada penerbangan
direct dari Surabaya-Yogyakarta, jadi naik maskapai apapun juga tak masalah. Wings Air mungkin, atau maskapai lainnya.
Satu lagi. Seandainya aku benar-benar bisa ke Jogja dengan Tiket Pesawat Gratis dari Airpaz.com, ini akan jadi liburan pertamaku ke Daerah
Istimewa itu.


Terimakasih atas partisipasinya dalam Lomba Menulis hadiah tiket pesawat gratis dari Airpaz.com
BalasHapusSemoga menang.
Airpaz Team