Sabtu, 13 Februari 2016

Supernova-Petir







            Judul                                  : Supernova – Petir
Pengarang                          : Dee Lestari
Penyunting                         : Dhewiberta
Perancang sampul              : Fahmi Ilmansyah
Penata aksara                     : Irevitari & Bowo
Pemeriksa acara                : Intan & Pritameani
Simbol sampul                   : Antahkarana
Penerbit                              : Bentang Pustaka
Tebal halaman                    : x + 286 hal

Dua tahun setelah roman mereka rampung, Dimas dan Reuben mengalam stagnasi. Hingga suatu hari mereka mendapat surat elektronik dari seseorang bernama Gio. Kata “Supernova” yang disebut Gio dalam surat ini menjadi tanda tanya baru sekaligus awal pengetahuan Dimas dan Reuben tentang jaringan yang selama ini melibatkan mereka tanpa disadari.
Sementara tu, di Kota Bandung, seorang gadis sebatang kara bernama Elektra berusaha menyambung hidup. Berawal dari perkenalannya dengan seorang yogini bernama Ibu Sati dan seorang interprenuer muda urakan bernama Toni alias Mpret, hidup Elektra mulai terakselerasi. Dari anak kuper yang tidak punya motivasi, Elektra bertranformasi menjadi seorang perngusaha, dan akhrnya seorang penyembuh.
Setelah nyaman dalam lingkungannya yang baru, hidup Elektra kembali siap diguncang ketika Bong memintanya untuk menolong seorang yang tak ia kenal bernama Bodhi.

                Kisah Dimas-Reuben disebut sedikit di awal cerita, lalu hilang begitu saja. Ceritanya simple, tentang Dimas dan Reuben yang akan menghadapi 12 tahun jadian mereka, tapi Reuben sering lupa. Ngeselin memang, tapi begitulah cinta selalu bisa memaafkan kesalahan.
                Kisah yang lebih besar adalah Elektra. Bukan sebatang kara, dia masih punya keluarga besar dan kakak kandung. Hanya saja, semuanya jauh. Sedangkan kedua orang tuanya telah mati. Elektra tinggal di rumah besar bernama Eleanor tinggalan sejak jaman Belanda. Kehidupan Elektra setelah lulus kuliah benar-benar mengenaskan, usaha untuk menyambung hidup terus-terusan gagal. Dia sampai mengunjungi dukun, lalu pergi ke rumah Ibu Sati untuk meladeni . Terakhir dia jadi murid Ibu Sati dalam hal meditasi. Hingga dia ketemu Toni atau Mpret yang mau berbisnis dengannya. Elektra meminjamkan tempat sedangkan Mpret memberi modal. Bisnis internet, distro, game laris manis. Apalagi ditambah teman kerja yang sangat kooperatif.
                Sedang baik-baiknya kehidupan Elektra, ternyata dia punya kekuatan mengendalikan listrik. Dengan bimbingan Ibu Sati, Elektra mengendalikan kekuatan itu kemudian jadilah dia seorang terapis listrik. Meski terjadi seteru kecil dengan Mpret soal kerjaan baru Elektra dan bisnis mereka, akhirnya terselesaikan dengan baik karena ternyata Mpret mengkhawatirkannya. Namun akhirnya semuanya lancar. Satu lagi yang terlihat disini, Mpret ternyata menyukai Elektra.
                Terakhir Bong, di Supernova-Akar, datang menemui Mpret. Meminta bantuan Elektra untuk Bodhi.
                Wuuutsss, inilah seri Supernova yang menurutku ringan. Ceritanya mudah dicerna dan ada sedikit unsur komedi. Entahlah, aku senyum di bagian-bagian tertentu. Saat Elektra pergi ke dukun, saat Elektra mengirim CV ke kuburan, juga saat dia colek colekan dengan mantan pembantunya ketika ngobrol. Banyak lagi lah.
                Supernova petir ini berhubungan dengan tokoh Elektra yang suka dengan petir, bisa mengendalikan listrik tapi slengekan bukan main. Lucu sekali. Tokoh-tokoh lain melengkapinya, Kewoy, Mi’un, Mas Yono, Mpret, bawa peran sendiri-sendiri yang buat seri petir ini lengkap. Hanya saja nggak di singgung lebih jauh soal perasaan Mpret pada Elektra. Ah, aku selalu suka cerita apapun diselipi roman.
Baca Selengkapnya → Supernova-Petir

Jumat, 12 Februari 2016

Supernova-Akar


          


            Judul : Supernova – Akar
Pengarang : Dee Lestari
Penyunting : Dhewiberta
Perancang sampul : Fahmi Ilmansyah
Penata aksara : Irevitari & Binangkit
Simbol sampul : Flower of Life
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal halaman : x + 262 hal


Di Bolivia, Gio mendapat kabar bahwa Diva hilang dalam sebuah ekspedisi sungai di pedalaman Amazon. Di Indonesia, perjalanan seorang nak yatim piatu bernama Bodhi dimulai.
Bodhi, yang dibesarkan di wihara oleh Guru Liong, akhirnya meninggalkan tempat dia dibesarkan dan bertualang ke Asia Tenggara. Di Bangkok dia bertemu dengan pria eksentrik bernama Kell yang mengajarinya seni tato.
Setelah melalui petualangan yang beliku di berbagai negara, Bodhi akhirnya kembali ke Indonesia. Dia dipertemukan dengan tokoh punk karismatik bernama Bong. Sejak itu, Bodhi menjadi bagian dari komunitas dengan perannya sebagai seniman tato.
Sebuah surat misterius yang ditemukan secara tidak sengaja oleh Bodhi kembali membawanya ke grbang petualangan baru.

                Di awal cerita ada Gio yang sedang mengunjungi Bolivia, lalu dapat kabar kalau Diva hilang di pedalaman Amazon. Ini salah lalau ceritanya beralih.
                Bodhi, bayi kecil yang di temukan di bawah pohon di depan wihara, dibesarkan dan diajar oleh pihak wihara. Karena selalu terdapat keanehan dalam dirinya, dia memutuskan mencari jawabannya di luar sana. Berpetualang ke Medan, menyebrang ke Malaysia terus ke Thailand. Nah di Thiland itulah dia memulai petualangan. Bertemu Kell dan diajari seni tato. Ada maksud saat Kell mengajarinya tato, Kell ingin dirinya ditato Bodhi. Maka dari itu Bodhi diajarinya sampai bisa. Bertemu Star yang untuk menato wanita itu. Lalu dianggap sudah mampu memberikan tato di badan Kell, hanya saja mereka belum melakukannya.
                Bodhi dan Kell berpisah. Bodhi pergi ke Laos, sampai dikuntit anak pembawa sial. Buku lonely planetnya jatuh ke sungai nggak bisa diambil, padahal dia nggak tahu peta Laos sama sekali, nggak tahu bahasa Laos sama sekali. Sudah begitu simpanan uangnya juga hilang, menjadikannya gelandangan di laos. Lalu seorang turis mengusulkannya untuk bekertas di perbatasan, Laos-Thailand-Myanmar. Golden triangle.
                Setelah cukup uang dia kembali ke Thailand, mencari Kell untuk menatokan gambar terakhir di tubuh lelaki itu. Sayangnya Kell tak ada di tempat yang memaksa Bodhi untuk berpetualang lagi ke Kamboja mencarinya. Setelah bertemu dan menatokan gambar terakhirnya, Bodhi pulang ke Indonesia.
                Tidak sesederhana itu ceritanya, tapi banyak hal-hal kecil yang mempercantik petualangan Bodhi ke Asia Tenggara. Inilah buku dari seri supernova yang jadi favoritku. Petualangan di Asia Tenggata. Keinginanku untuk petualangan kesana yang telah padam seperti ditumbuhkan lagi. Lewat Bodhi aku ikut merasakan petualangan itu, sedihnya, senangnya juga kejutan-kejutan yang dia lewati.
                Tokoh yang paling aku suka adalah Kell, dia digambarkan begitu menawan di cerita ini. Kejadian yang membuat merinding adalah ketika Bodhi ke Kamboja lewat pelosok, dia ditangkap dan di adu tarung dengan sesama manusia, ketika dia dikerjar dan hampir menginjak ranjau darat. Kejadian yang lucu menurutku adalah ketika Bodhi diajak temannya bekerja di Golden Triangle. Ketika dia sudah sangat senang dapat bayaran 700 dolar seminggu, nyatanya dia kaget ketika tahu pekerjaannya adalah sebagai pemetik ganja.
                Seri akar ini lebih mudah dipahami dari pada seri sebelumnya. Tentu saja karena petualangan adalah sebuah hal menarik untuk dibahas, sedangkan seri pertama kesulitannya terhadap kalimat-kalimat yang dilontarkan Reuben. Banyak kata-kata nggak aku ngerti disana. Entah kalian, tapi keduanya bagus.
Baca Selengkapnya → Supernova-Akar

Supernova-Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh







            Judul                                : Supernova – Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.
Pengarang                        : Dee Lestari
Penyunting                      : Dhewiberta
Perancang sampul           : Fahmi Ilmansyah
Penata aksara                   : Irevitari & Bowo
Pemeriksa acara              : Intan & Pritameani
Simbol sampul                : Supernova web
Penerbit                           : Bentang Pustaka
Tebal halaman                 : x + 322 hal


Menunaikan ikrar mereka untuk berkarya bersama, pasangan Dimas dan Reuben mulai menulis roman yang diberi judul Kesatri, Putri, dan Bintang Jatuh.
Paralel dengan itu, dalam kehidupan nyata, sebuah kisah terlarang terjalin antara Ferre dan Rana. Hubungan cinta mereka merepresentasikan dinamika yang terjadi antara tokoh Kesatria dan Putri dalam fiksi Dimas dan Reuben.
Tokok ketiga, Bintang Jatuh, dihadirkan oleh seorang peragawati terkenal bernama Diva, yang memiliki profesi sampingan sebagai pelacur kelas atas.
Tanpa ada yang bisa mengantisipasi, kehadiran sosok bernama Supernova menjadi kunci penentu yang akhirnya merajut kehidupan nyata antara Ferre-Rana-diva dengan kisah fiksi karya Dimas-Reuben dalam satu dimensi kehidupan yang sama.

                Dalam buku ini aku membaginya menjadi 3 kisah yang saling berkaitan. Satu kisah tentang Dimas-Reuben. Satu lagi tentang Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Terakhir tentang Supernova.
Dimas-Reuben, pasangan ini ketemu di Amerika saat kuliah, lalu menjadi kekasih. Mereka membuat sebuah janji, ikrar atau nazar, sepuluh tahun dari hari itu akan membuat sebuah karya. Dan mereka menulis romance bersama tentang Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.
Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh sendiri mewakili Ferre, Rana dan Diva. Ketiganya sambung menyambung menjalin hubungan. Ferre sang Managing director, Rana yang sudah berumah tangga dan bekerja di majalah, lalu Diva seorang model merangkap pelacur kelas atas. Ferre jatuh cinta dengan Rana, demikian juga Rana membalasnya karena kejenuhan hidup berumah tangga. Kemudian datanglah Diva yang juga jenuh dengan kenaifan dunia. Diva jadi orang lain yang tiba-tiba menyukai perasaan cinta berbunga-bunga Ferre (bukan mencintai orangnya). Kerena sudah lama dia tak melihat perasaan tulus seperti itu. Di ujung cerita, cinta Ferre-Rana teruji dengan sikap suami Rana yang berubah. Ferre terpuruk dan datanglah Diva.
Supernova. Disini Supernova kuartikan sebuah elemen di dalam dan diluar dua kisah sebelumnya. Dia berkomunikasi dengan Dimas-Reuben, dia berkomunikasi dengan Kesatria, Putri, Bintang Jatuh. Supernova tidak bisa kujelaskan secara terperinci karena aku sendiri belum tahu apa dan siapa supernova sebenarnya. Apakah Diva? Atau ada orang lain.
Aku suka interaksi Dimas dan Reuben, tapi tak mengerti apa yang mereka bicarakan terutama apa yang dikatakan Reuben. Tentang Ferre, Rana dan Diva. Aku cuma menyukai karakter Diva. Dia sosok yang serba bisa, berpikir jauh kedepan dan jenius. Tapi sifat-sifat itu membuatnya mudah bosan, sakit sendiri jadinya. Dan supernova disini berperan sebagai motivator anonim dari dunia maya.
Dee juga berhasil membawa pasangan Dimas-Reuben yang dalam buku diceritakan sebagai pasangan sejenis, tidak terbebani dengan penolakan masyarakat dan agama, juga orang tua. Kisah cinta mereka juga tidak dihiasi adegan-adegan mesra yang berlebihan. Dee memang sudah membaca keadaan orang Indonesia sebagai manusia homophobic hingga membuat kisah tanpa kontrofersi atau kerana buku ini dirancang tak mengekspos cinta Dimas-Reuben dari awal? Yang pasti cerita Dee bisa diterima meski sulit dimengerti.
Buku kesatu ini benar-benar tak kuketahui arah jalannya. Kata-katanya sulit dimengerti dan hampir setiap halaman ada keterangan untuk kata-kata asing yang tertulis. Ketika sudah masuk ke cerita Kesatria, Putri, dan Bintang jatuh baru bisa mengerti. Hikmah yang aku tangkap disini satu yang paling mengena, bahwa kehidupan yang monoton menghadirkan kebosanan yang luar biasa. Dan karena tak mampu mengatasi kebosanan menjadikan kita membuat kesalahan fatal. Disini dicontohkan dengan perselingkuhan. Maka dari itu, berhati-hatilah memperlakukan kebosanan hidup.
Baca Selengkapnya → Supernova-Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh

Kamis, 11 Februari 2016

Biografi pemimpin WikiLeaks




 
 
Judul : The Most Dangerous Man in The World
Penulis : Andrew Fowler
Pnerjemah  : Dina Begum & Dia Mawesti
Penyuntung : Handini & Perwira Leo
Perancang sampul : @labusiam
Penerbit   : Bentang Pustaka
Jumlah Halaman  : xvii + 370 hal
Tahun terbit : Desember 2015


Sekitar 26 tahun silam, FBI, NSA, dan Departeman Kehakiman AS menuntut hukum keras dan mengharuskan publik patuh terhadap “kriteria pengenkripsian pemerintah”. Dengan kata lain, mereka berupaya menghalangi kebebasan berbicara dengan cara yang tak terdeteksi. Layaknya mengharamkan amplop tertutup untuk surat-menyurat dan menggantinya dengan kartu pos untuk mengirimkan surat pribadi.
Sementara kebebasan dibungkam, pemerintah negeri adikuasa leluasa menutup mata media melalui pembelokan informasi atas kejahatan perang. Geram terhadap aturan tersebut, Julian Assange dan sekelompot elite peretas lain mencoba melakukan perlawanan. Mereka merintis WikiLeaks, sebuah arena di dunia maya untuk mengungkap perilaku ilegal yanga ada di tubuh pemerintah. WikiLeaks menghalalkan “pembocoran dokumen secara massal” dan melindungi para peniup peluit pemberani di seluruh dunia.
Buku ini mengungkap keberanian serta kelihaian peretas dunia maya dalam mengungkap informasi rahasia ke publik. Khususnya, sebuah perlawanan berani dari seorang warga sipil bernama Julian Assange dalam menghadapi raksasa spionase AS dan negara adikuasa lainnya.

Julian Assange. Kalau dilihat dari ilustrasi muka dan potonya sekalian, orangnya ganteng kok. Nggak ada tanda-tanda berbahaya sama sekali (dimataku orang berbahaya bermuka sangar berbadan besar).  Di buku ini Fowler mengisahkan kehidupan Julian Assange dari kecil sampai dia jadi buronan karena WikiLeaks-nya kebablasan dalam penyampaian informasi. Amerika adalah negara yang paling membenci Assange, iyalah banyak informasi rahasia AS yang disebar luaskan olehnya. Apalagi informasi itu menyangkut kesalahan-kesalahan Amerika sebagai negara adidaya yang turut campur pada negara-negara lain. Apa ya isti ahnya? Pelanggaran, lalu ditutupinya.
Assange pernah menikah, punya anak, sayangnya dia dengan istri dan anaknya berpisah. Assange digambarkan tak pernah mulus dalam hal percintaan, termasuk tuduhan pelecehan seksual ketika dia berada si eropa. Sudah dikejar-kejar Amerika, dikejar-kejar masalah pelecehan seksual di Eropa pula. Pokonya dia itu buronan banget.
Sebelum tahu kenapa dia jadi buronan seperti itu, aku ceritakan dari awal. Assange lahir dan dibesarkan hanya oleh ibunya. Sejak kecil tertarik dengan komputer, dengan IQ lebih dari 170 dengan sebutan jenius. Memulai jadi hancker serius dengan meng-hack Nortel agar terhubung dengan negara-negara lain. Tujuan Assange Amerika, entah Amerika dianggapnya sebagai negara gudanganya kebohongan. Nah dari situlah lama kelamaan Assange membuat WikiLeaks, wadah untuk orang-orang yang mau membocorkan informasi penting dengan identitas anonim. Kedengarannya sih asyik, tapi mereka harus berurusan dengan negara-negara atau pemimpin-pemimpin yang benci karena rahasia mereka diumbar ke publik. Sudah itu Assange bekerja sama dengan majalah dan koran-koran Internasional dari Amerika, Inggris dan Jerman. Jadi cepat tersebar luas.
Di luar masalah organisasi yang didirikannya, Assange sendiri adalah orang yang terlalu percaya diri, kadang congkak tapi tetap disukai orang. Sebentar percaya dengan orang, sebentar tidak lagi. Cepat kehilangan teman, cepat pula dapat teman baru. Dan masalah seperti ini di belakang akan menghancurkannya.
Di buku ini, cerita berhenti ketika Assange punya masalah besar dengan hukum Amerika juga hukum Eropa. Dia orang Australia pertama yang mencari suaka. Apa ya artian suaka dalam buku ini? Aku nggak begitu ngerti soal dunia per-hancker-an. Hukum internsional juga. Aku menyukai karakter Assange yang tak pernah meyerah, kejeniusannya membawanya jadi orang hebat, tapi juga harus jadi buronan. Diamanapun dia berada terus merasa tak aman.
Di belakang buku, kalimat-kalimat penting dikumpulkan jadi satu. Halaman per halaman. Jadi untuk mencari quotes atau informasi penting, tinggal longgok ke halaman itu. Sekali lagi buku terjemahan mengandung kalimat-kalimat yang susah dimengerti oleh pembaca Indonesia. Tapi dengan membaca buku terjemahan, informasi yang didapat akan semakin banyak. Dunia perbukuan luar itu sudah maju pesat, Indonesia masih mengekor yang artinya belum pesat-pesat amat. So, baca segala macam buku mulai dari sekarang. Siapa tahu kitalah yang nanti melesatkan dunia perbukuan Indonesia.
Baca Selengkapnya → Biografi pemimpin WikiLeaks

Selasa, 09 Februari 2016

Harlequin setelah sekian lama?






Judul                   : Deadly Redemption, Penebusan
Pengarang          : Kathleen Korbel
Penerjemah        : Linda Buntaran
Penerbit              : Gramedia Pustaka
Tahun terbit       : Maret 2009
Tebal buku         : 352 hal

Orla. Putri ketiga Ratu Mab, klan Tuatha de Dannan. Sang Leannan sidhe-peri percintaan. Putri termuda yang berhasrat meneruskan tahta, dan melakukan kesalahan fatas saat ingin membuktikan diri dihadapan ibunya.
Orla mengundang peri dari klan musuh masuk ke negerinya, dan peri itu mencuri Batu Coilin dari mahkota Tuatha hingga memicu perang besar. Namun perang bukan satu-satunya akibat. Daun-daun berguguran, keseimbangan dunia akan hancur, dan segala bentuk kehidupan akan lenyap.
Orla bisa menebus kesalahannya. Dengan menjadi persembahan, tawaran perdamaian kepada klan musuh. Penebusan seumur hidup.

Setelah bertahun tahun tidak membaca Harlequin, Ini yang pertama di tahun ini. Dulu, dulu sekali saat aku membaca Harlequin selalu beranggapan bahwa novel-novel seperti ini identik dengan kisah sehari-hari dengan pelaku laki-laki dan wanita dewasa, namun membaca novel Deadly Redemption yang aku pinjam ini, aku baru tahu Harlequin itu luas.

Kathleen membawa dunia peri di bukunya ini. Fiksi fantasi dewasa, mungkin begitu sebutannya. Merceritakan perjuangan seorang putri (Orla) yang ditawarkan untuk persembahan perdamaian dengan klan musuh. Di klan itu Orla dinikahkan dengan Liam, panglima perang atau pimpinan perang klan. Orla harus membangun kehidupan baru di negeri itu, mencari teman, mencari keahlian-keahliannya dan berhadapan dengan puteri suami barunya. Ketika dunia mulai tak seimbang karena batu-batu yang merupakan lambang klan tak berada pada tempatnya, Orla-lah yang memulai menyeimbangkannya.

Cerita yang dibawa Kathleen dalam buku ini di awal tidak membuatku tertarik, tapi karena memang sudah tidak ada buku yang ingin kudahulukan untuk dibaca, terpaksa aku membacanya. Lumayan menghibur, tapi tidak membuatku senang membacanya. Satu-satunya yang aku suka dari novel ini adalah kata peri, hanya itu. Sikap Orla awalnya bagus, memperjuangkan kaum perempuan agar menjadi lebih dianggap di mata lelaki, juga agar tidak terus-terusan dianggap lemah. Walau Orla terus berusaha, tapi sebenarnya dia sendiri lemah dengan suaminya, dia terlalu menggilai suaminya. Jatuh cinta bisa menjadikan apapun jadi mungkin, bisa menguatkan juga bisa melemahkan. Begitulah yang aku tangkap dari novel ini. Harlequin, selalu ada adegan dewasa terselip di didalamnya. Tapi dalam novel ini bukan hanya ada, namun banyak. Lebih dari pada Harlequin lain yang pernah kubaca. Jadi tahukan siapa yang boleh dan tak boleh membaca Novel seperti ini?

Bagaimana dengan bahasa? Karena ini novel terjemahan, tentu bahasanya akan lebih rumit untuk dipelajari dari novel Indonesia sendiri. Apalagi di dalam novel ini menyebutkan banyak kata-kata asing. Hanya kalau sering membaca buku-buku terjemahaan, kalian tidak akan menyerah membacanya sampai halaman terakhir. Saranku sih, baca saja karena setiap apa yang dibaca selalu membawa pengetahuan baru. Rating dariku untuk buku ini, 3.

Karena ini seri bagaian ke 3 sedangkan bagian 1-2 belum baca, jadi nggak bisa komentar banyak. Tunggu dapat pinjeman bagian 1-2 nya dulu.
Baca Selengkapnya → Harlequin setelah sekian lama?

Kamis, 21 Januari 2016

Tiba-Tiba Humor





Judul                  : Humortivasi
Pengarang          : Isa Alamsyah
Chef Editor        : Asma Nadia
Desain sampul   : Wasi Farikh Kendedes
Layout               : Isa Alamsyah, Dita Fitriani, Rosmala Al Noer
Penerbit             : Asma Nadia Publishing House
Tahun terbit       : Mei 2015
Tebal buku        : 224 hal


Siapa bilang humor cuma buat bahan tertawa. Sebenarnya banyak banget manfaat humor lho, asal Mbak dan Mas Bro tahu.
Di dunia politik, humor menjadi alat kritik efektif.
Di dunia pendidikan dan public speaking, humor adalah alat efektif pemecah kebosanan.
Dalam pergaulan, humor bisa menjadi daya tarik pertemanan.
Di dunia kesehatan, humor bisa menjadi bagian dari terapi.
Bahkan humor bisa menjadi identitas budaya dan bangsa. Ciyus….miapah? Demi apa saja boleh.
Anyway, buku ini nggak hanya bikin kamu ngakak tetapi juga termotivasi. Doain jadi tren biar lewat humor yang kesannya selewatan kita bisa memberi kontribusi untuk perubahan dunia yang lebih baik. Maree…

Begitulah sinopsis yang tertulis di belakang buku ini, lalu bagaimana pendapatku soal buku ini? Sebelum kesana, mari mendengar curhatanku sebentar. Buku ini adalah satu dari tiga buku yang tergabung dari paket motivasi Isa Alamsyah yang aku pesan di toko Asma Nadia, tapi yang datang paket lain. Hanya buku ini satu-satunya di paket yang dikirim padaku… huaaa… huaaa… hiks hiks. Padahal yang kubutuhkan kala itu bukan dari ketiga buku yang datang… tapi ya sudahlah, sudah terlangjur di kirim, komplain ke tokonya nggak direspon. So baca saja apa yang ada.

Masuk ke pendapatku tentang buku ini, bukan buku fiksi jelas karena judulnya saja humortivasi. Pak Isa dan timnya mengumpulkan humor satire dari berbagai belahan dunia (Karena ada nama-nama negara lain juga hehehe), mengumpulkannya dalam buku ini, diolah sesuai keadaan Indonesia, lalu memberikan penjabaran setelahnya. Buku ini dibuat dengan harapan memotivasi pembacanya agar dari humor sindiran ini bisa membenahi diri lebih baik.


Ya aku setuju dengan isi buku ini, walaupun tidak tertawa saat membacanya setidaknya ada yang bisa kupetik dari penjabarannya. Buku ini bagus untuk dibaca setiap kalangan, karena bukan novel fiksi bertema percintaan atau lainnya, mungkin akan sulit menarik pembaca remaja. Namun seperti aku yang memang suka membaca novel fiksi, tapi mencoba mengembangkan kesukaan di jenis buku lainnya, kalian juga harus mencoba membacanya. Karena setiap buku membawa ilmu yang berbeda-beda, jadi kenapa tidak kita menyerap ilmu dari buku selain fiksi?
Baca Selengkapnya → Tiba-Tiba Humor

Kamis, 14 Januari 2016

Review : Gara-Gara Indonesia



Penulis : Agung Pribadi
Writing Coach : Isa Alamsyah
Editor : Annisa Daulay, Herti Annisa
Desain sampul : Tuarzuan AFC
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Cetakan : 2013

Gara-gara Indonesia, Amerika kalah perang di Vietnam
Gara-gara Indonesia, Napoleon kalah perang di Eropa
...
Kalau bukan karena Indonesia, mungkin malaria lebih mematikan
Kalau bukan karena Indonesia, mungkin dunia tidak sedamai sekarang
...
Cuma Indonesia yang bisa membuat tandingan PBB

Bulan Desember kemarin. Berawal dari tertarik paket buku yang ditawarkan Asma Nadia Publishing House, aku memesan paket motivasi Isa Alamsyah. Karena ada satu dari tiga buku itu yang kuinginkan. Setelah pesan dan tranfer duit, tinggal menunggu buku datang. Dan saat buku datang beberapa hari berikutnya, ternyata buku yang datang bukan paket yang aku pesan. Langsung komplain dong ke Twitter toko Asma Nadia, tapi tidak dapat respon. Ya sud-lah, aku bukan tipe orang yang suka komplain bolak balik.

Karena bukan buku yang sangat kuinginkan jadi baru hari ini sempat membacanya. Seperti yang tertulis diatas, gara-gara Indonesia dan blah blah blah, ternyata isinya menarik. Aku bukan penyuka buku non fiksi, tapi karena buku ini membawa-bawa Indonesia, keunggulan, peran dan prestasi di dunia, buku ini sangat bagus untuk dibaca anak-anak muda. Biar pada sadar bahwa Indonesia bisa segala hal.

Buku ini menuliskan sedikit banyak sejarah Indonesia. Buku ini juga sebagai motivasi generasi muda untuk menjadikan Indonesia lebih baik dengan berkaca pada sejarah. Maka dari itu Penulisnya (Agung Pribadi) menamainya HISTORIVASI. Histori yang bermuatan motivasi.

Untuk buku non fiksi (selain humor) yang jarang kubaca, buku ini kuberi 4 bintang.
Sekali kali, memang harus membaca buku non-fiksi. Ayo baca bukunya dan temukan dirimu termotivasi oleh penulis!
Baca Selengkapnya → Review : Gara-Gara Indonesia